JAKARTA, SEPUTAROKUSELATAN. COM –
Polemik perebutan jenazah korban Lion Air, Petruos Rudolf Sayers, belum berakhir. Istri pertama Rudolf berkukuh akan membawa jenazah suaminya ke Manado untuk dimakamkan dipemakaman keluarga.
“Sejak awal fokus ke identifikasi suami saya. Kita mikirin ketemu enggak, teridentifikasi enggak. Kita enggak mikirin yang lain, jenazah pokoknya ke RS Polri teridentifikasi langsung dibawa ke Manado ke pemakaman keluarga,” ujar Yuke seperti dikutip dari Kumparan di RS Dharmais, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (9/11).
Yuke tak ambil pusing dengan perempuan mengaku sebagai istri ke-2 dan ke-5 Rudolf ingin memakamkan jenazah Rudolf di Jakarta. Yuke memastikan tetap membawa Rudolf ke Manado, meski Lion Air tak memberi fasilitas.
Kuasa Hukum Yuke, Bima Trikartika, mengatakan, pihak keluarga masih menunggu keputusan dari pertanggungjawaban Lion Air mengenai hal tersebut. Bila tak ada kepastian hari ini, maka Yuke akan menerbangkan jenazah ke Manado dengan maskapai lain.
“Hari ini kita minta langsung dari manajemen Lion Air agar segera membawa jenazah ini ke pemakaman keluarga di Manado. Tapi bila tidak dilaksanakan maka sudah kita yang menggunakan airlines selain Lion,” jelas Bima.
Bima menegaskan, bahwa pihak Yuke sebagai istri sah punya hak untuk membawa jenazah Rudolf. Karena sebagai pasangan suami-istri keduanya belum bercerai. Atas dasar ini Bima yakin Yuke mempunyai hak terhadap jenazah.
“Memang sudah lama pisah tapi secara hukum positif belum ada gugat cerai, tidak ada teregister baik di Tanjung Pinang tempat mereka resepsi pernikahan di Gereja GBIB Tanjung Pinang,” jelasnya. (red/feb/net)







Komentar