BUAY PEMACA, SEPUTAROKUSELATAN. COM – Seorang kakek sudah berusia senja di Desa Serakat Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan kini hidup sebatang kara.
Diusianya sudah 73 tahun kakek bernama Kartumik hidup disebuah rumah yang kondisinya mulai memprihatinkan, tubuhnya yang renta tak banyak aktivitas dilakukanya.
Bahkan, untuk makan sehari-hari Kartumik hanya menunggu belas kasihan tetangga.
Rumah berukuran sekitar 4×5 sudah puluhan tahun menjadi tempat berteduh perantau asal Pulau Jawa tersebut.
Sejak istrinya Temu meninggal dunia beberapa tahun lalu, kini Kakek Kartumik hanya hidup sebatang kara, karena dari pernikahannya dengan Almarhumah istrinya tak dikurniai anak.
‘Untuk makan sehari-hari saya terpaksa berharap belaskasih dari tetangga,” ujarnya ketika disambangi Seputar OKU Selatan.
Sembari meneteskan air mata, Kartumik mengaku tak berharap banyak dengan program bantuan dari pemerintah mesti dirinya memang kerapkali menahan lapar.
“Saya akan tetap digubuk ini sampai akhir hayat saya, saya hanya ingin dimakamkan disamping makam istri saya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Serakat Jaya Juhandi mengaku untuk bantuan jaring pengaman sosial Covid 19 Kakek Kartumik memang tidak terdata.
“Kami akan masukan ke Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) nanti, kita akan antar langsung kegubuknya jika dananya sudah cair,” tandas Juhandi (rdi)







Komentar