Diksar, Mahasiswa Tewas Dipuncak Dempo

Headline, Hukum, Seleb4974 Dilihat

PAGARALAM, SEPUTAROKUSELATAN. COM -Naas dialami Firdaus (18), Brigade Mahasiswa Pecinta Alam Semesta (Brimpals) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, warga Mesuji OKI Desa Sukadana meninggal dunia, saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) di Gunung Dempo, Pagaralam, Selasa (5/2) sekitar Pukul 13.00 WIB.

Korban diduga drop dan membuat korban mengalami penurunan suhu tubuh atau hipotermia.Sehari sebelum pelantikan calon anggota menjadi anggota muda.

Informasi dihimpun, kejadian ini bermula saat 11 orang calon anggota Mapala Brimpals mengikuti pendidikan dasar (Diksar) ke 26 perekrutan calon anggota. Diksar yang diikuti oleh 11 orang yang terbagi dalam 10 orang laki-laki dan 1 orang perempuan ini, memulai kegiatan diksar pada 24 Januari 2018 yang lalu.

BACA JUGA =  Serobot Antrian, Anggota DPRD Palembang Aniaya Wanita di SPBU

Namun, dihari terakhir menjelang pelantikan calon anggota menjadi anggota muda, (5/2). Kondisi fisik Firdaus merupakan mahasiswa semester 1, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang ini, mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia red).

“Pada saat di puncak gunung Dempo, sekitar pukul 13.00 WIB, Firdaus ini kondisinya drop. Sehingga 2 orang anggota panitia turun meminta bantuan. Sementara kami berusaha melakukan penanganan awal agar kondisi calon anggota ini dapat kembali stabil,” ungkap Bayu, Ketua Umum Mapala Brimpals FH UMP.

BACA JUGA =  Duh, SPG Rokok Tepergok Ngamar Dengan Bos

Menurut dia, sekitar pukul 16.00 WIb, tim evakuasi dari Forpa, dibantu warga mengambil alih proses evakuasi Firdaus.
“Namun, evakuasi yang terkendala cuaca ini baru selesai pukul 03.00 Wib dini hari dan langsung dibawa ke rumah sakit Besemah,” ujar dia.

Ia mengatakan, saat dilakukan periksa jantungnya dengan cara manual, masih berdetak. Namun saat diperiksa dengan alat digital, jantungnya sudah berhenti berdetak.
Sementara itu, Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIK, melalui Kapolsek Pagaralam Utara AKP Herry Widodo membenarkan kejadian tersebut, dan masih menunggu hasil visum.

BACA JUGA =  Daki Gunung Dempo Pagaralam, Tiga Pendaki Alami Hipotermia

“Kita hanya melakukan visum mayat, namun untuk autopsi masih menunggu persetujuan pihak keluarga,” ujar dia. (net/red)

Komentar