Pantauan di Klinik Ismadana Muaradua, ruang rawat anak – anak, ada beberapa pasien diduga terjangkit DBD dan sudah dirawat selama beberapa hari terakhir.
Rata-rata pasien mengalami gejala demam dengan panas tubuh tinggi selama tiga hari, Kemudian memasuki fase kritis yaitu kondisi tubuh menjadi dingin, lalu penderita terlihat normal padahal sebenarnya itu adalah fase dimana pasien dalam kondisi kritis.
Salah seorang Fasien mengalami DBD sesuai hasil diagnosa Dokter yakni Reza (6) dari Desa Damarpura, menjalani perawatan akibat DBD dan Gina (4) dari Kelurahan Pancur Pungah menderita Malaria, gejala awal di timpulkan juga hampir sama dengan gejala DBD.
Menurut Ayahnya yakni Sahril, Putranya tersebut semula mengalami gejala panas yang tinggi hingga 40 derajat selama beberapa hari.
“Gejala awal panas tinggi, setelah itu anak kami kedinginan, tidak seperti biasanya kalau menderita gejala DBD pasti ada bintik merah, dan ini tidak, dan sempat ada penurunan tekanan darah,” ujarnya, Kamis (7/2).
Dikatakan, sesuai hasil pemeriksaan oleh Tim Dokter anaknya mengalami Demam DBD dan hampir sepekan dirawat intensif Tim Dokter.
“Sudah dari Hari Sabtu Kemaren dirawat dan kata dokter DBD, karena gejalanya begitu,” tambahnya.
Tak hanya itu lanjutnya, selama ini didaerahnya di Damarpura jarang dilakukan Foging atau pengasapan untuk pencegahan serangan nyamuk DBD maupun Malaria, itupun sudah lama dan tidak pernah ada lagi hingga saat ini.
“Di tempat kami baru sekali adanya foging dan itu sudah lama sekali, setelah itu tidak ada lagi sampai sekarang, harapan kami foging ini di rutinkan antisipasi gejala DBD ini,” terangnya.
Rika Ibu dari Gina menjelaskan bagaimana gejala awal yang menimpa Putrinya, Semula kondisi tubuh putrinya juga mengalami panas yang tinggi, bahkan sampai saat ini masih panas, namun sudah ada penurunan, menurut keterangan dokter anaknya menderita Malaria.
“Kalau awalnya kondisinya panas, sekarang juga masih tapi sudah agak menurun, Kata dokter Gina kena Malaria,” imbuhnya.
Dokter Klinik Ismadana dr Ismed mengakui ada beberapa pasien asal sejumlah wilayah OKU Selatan dirawat mulai terjangkit Gejala DBD dan Malaria.
“Memang benar ada pasien DBD dan Malaria sedang dirawat, rata – rata anak – anak, untuk data jumlah pastinya belum bisa kita tentukan, karena untuk data keseluruhan memang ada di pembukuan,” katanya. (feb/wid)







Komentar