MUARADUA – Petani Jagung dan Padi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, pada musim tanam kedua Tahun ini terus mengeluhkan kelangkaan Pupuk khususnya Pupuk jenis Urea dan NPK.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pertanian mengadakan Rapat Koordinasi bersama dengan Distributor, Agen, Pengecer dan UPTD Pertanian serta Petugas Penyuluh Lapangan di Kantor KONI. Rabu (3/12)
Kepala Dinas Pertanian OKU Selatan Ir Asep Sudarno MEP mempertanyakan masih terjadi kelangkaan Pupuk Subsidi.
“Menurut data kami miliki, luas tanam jagung petani berkurang, kok kebutuhan pupuk yang bertambah,” ungkapnya.
Dikatakan, berdasarkan data Kuota Pupuk sekarang masih tersisa 1.582 Ton lagi. “Seharusnya kita tidak terdengar keluhan petani membutuhkan pupuk itu,” katanya.
Dia berujar, ada kekeliruan data antara luas tanam dan kebutuhan Pupuk petani.
“Paling membutuhkan pupuk itu adalah petani Jagung. Luas tanam data kami berkurang, sementara fakta di lapangan justru luas tanam bertambah,” katanya.
Terpisah, Feri Armansyah salah satu Petani membenarkan diakhir-akhir ini kelangkaan pupuk. Bahkan carut-marutnya distribusi pupuk jadi keluhan petani membutuhkannya.
“Ada menyuplai pupuk melalui Agen tak resmi alias tidak terdaftar dengan harga pupuk jenis Urea mencapai 150 ribu persak NPK mencapai 170 ribu persak,” ujarnya.
Feri berharap selaku pengguna pupuk, hal ini cepat teratasi agar petani tak alami gagal Panen atau menurun penghasilan. (rdi)







Komentar